Inilah Mitos Penting Seputar Bau Mulut

1 Jun

Memiliki bau mulut memang sering membuat kita menjadi frustasi. Selain bisa melenyapkan kepercayaan diri, risiko memiliki bau mulut juga bisa membuat kita dijauhi teman.

Bau mulut atau dalam istilah medis disebut halitosis berasal dari internal dan eksternal.

Faktor internal yang muncul biasanya penyakit sistemik atau masalah kesehatan seperti diabetes melitus, kelainan pada saluran pencernaan seperti infeksi lambung atau kelainan pada saluran pernapasan, seperti infeksi paru-paru atau usus dan penyakit-penyakit pada kerongkongan.

Sedangkan faktor eksternal disebabkan jenis makanan yang masuk mulut seperti pengaruh minuman kopi, alkohol, makanan berbumbu bawang putih atau bawang merah, faktor pembersihan gigi yang tidak optimal, dan kebiasaan merokok.

Hasil penelitian menunjukkan 85-90% penyebab bau mulut adalah gangguan pada rongga mulut, baik karies gigi maupun infeksi jaringan penyangga gigi. Pada halitosis ditemukan kadar Volatile Sulfur Compound (VSCs) yang mengalami peningkatan dalam rongga mulut.

Sebagian besar kasus bau mulut muncul karena keadaan di dalam rongga mulut. Normalnya, bau dari rongga mulut tidak tetap, tetapi berubah dari waktu ke waktu sepanjang hari dan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, keadaan lapar, bahkan menstruasi.

Nah, Ada banyak mitos tentang merawat bau mulut. Simak dan ketahui agar Anda tak begitu saja terlena, sehingga tak menyadari bau mulut masih jadi masalah Anda. Apa saja?

Obat kumur efektif hilangkan bau mulut

Obat kumur hanya akan menghilangkan bau mulut untuk sementara. Jika Anda menggunakan obat kumur, carilah obat kumur antiseptik (yang sifatnya membunuh kuman penyebab bau mulut) dan yang sifatnya mengurangi plak.

Bernafas dalam tangan bisa cium bau mulut

Ini merupakan pengertian salah. Ketika bernapas, Anda tidak menggunakan tenggorokan Anda dengan cara yang sama saat Anda berbicara.

Ketika berbicara, Anda cenderung membawa keluar bau dari bagian belakang mulut (di mana bau mulut berasal), yang tidak bisa diketahui hanya dengan bernapas.

Selain itu, kita cenderung terbiasa dengan bau mulut kita sendiri, sehingga sulit bagi seseorang untuk mengetahui apakah dia memiliki bau mulut.

Rutin sikat gigi terbebas dari bau mulut

Kebanyakan orang hanya menyikat gigi selama 30-45 detik. Padahal untuk membersihkan secara menyeluruh, Anda membutuhkan waktu menyikat minimal dua menit dan sedikitnya dua kali dalam sehari.

Anda juga perlu menyikat bagian lidah Anda. Ini sama pentingnya dengan menggunakan benang gigi, karena menyikat saja tidak akan menghilangkan plak berbahaya dan partikel makanan yang terjebak di antara gigi dan gusi.

Meski tampak dapat merusak seluruh hari Anda, sebenarnya tak perlu terlalu mengkhawatirkan bau mulut. Pastikan saja Anda telah membersihkan dan merawat gigi dan mulut dengan benar. Beberapa permen bebas gula dapat membantu Anda sementara jika tak cukup percaya diri.

Jika bau mulut tetap berkelanjutan, segera hubungi dokter gigi. Bisa jadi Anda mungkin memiliki masalah medis seperti sinusitis atau penyakit gusi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: