Seks bukan hanya sekedar proses reproduksi

17 Nov

Seks memang aktivitas intim yang sangat menyenangkan. Tetapi, ada hal yang lebih penting ketimbang sekedar memuaskan gairah, atau hawa nafsu belaka. Seks memiliki tujuan yang lebih penting dari itu semua, dan membuat seseorang lebih bahagia, sehat dan lebih dekat dengan keluarga.

Wanita bahkan dapat memilih melakukan hubungan seks ketika mereka secara fisiologis tidak menghasilkan keturunan. Jadi, seks memiliki tujuan yang lebih penting dari sekedar reproduksi. Dorongan seks bahkan tidak akan berkurang seiring bertambahnya usia atau kehadiran anak.

Lalu, apa tujuan seks yang lebih penting?

Seperti dilansir dari YouBeauty, seks dapat berfungsi menyediakan momen ‘nirwana’ bagi kedua pasangan. Saat bercinta, Anda menjadikan keintiman untuk mengungkapkan kasih sayang pada pasangan.

Konsekuensi seks memang selalu berhubungan dengan reproduksi. Faktanya, Anda akan merasa lebih bergairah ketika musim panas. Sepanjang hari di musim panas, hormon melatonin yang membantu kita tidur dan menghalangi produksi hormon seks, sehingga gairah seks meningkat. Namun secara biologis, kebanyakan wanita akan mengandung anak pada musim yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Tak hanya itu, seks dirancang untuk membuat Anda merasa lebih sehat. Pria yang berhubungan seks tiga kali seminggu dapat mengurangi risiko serangan jantung dan risiko stroke sebesar 50 persen. Wanita yang menikmati seks cenderung hidup lebih lama dibanding mereka yang tidak. Bahkan, seks yang memuaskan dapat menambah 2-8 tahun usia dan menyembuhkan nyeri pada tubuh.

Seks di antara kedua gender sangat berbeda. Selama ribuan tahun, wanita merasakan tanggung jawab untuk membesarkan anak-anak. Dia memerlukan seseorang untuk melindungi keluarganya. Karena itulah, tubuhnya dirancang lebih mudah merespon untuk berhubungan intim dan memberi kepuasan pada pria. Di sisi lain, pria merespon adanya ancaman, kecemasan, risiko dan kegembiraan dengan munculnya gairah.

Banyak hal yang memacu gairah. Tetapi, organ seks terbesar kita bukan alat reproduksi, melainkan otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria memikirkan seks setiap 52 detik, sedangkan wanita hanya sekali sehari. Bahkan penelitian konservatif mengakui kalau pria memiliki pikiran lebih seksual dibanding wanita. Karena area yang mengatur dorongan seksual di otak pria 2,5 kali lebih luas daripada wanita.

Karenanya, bila mengetahui pentingnya hubungan seks Anda tidak hanya menggunakan alat reproduksi saja, tetapi menggunakan otak Anda untuk melakukannya. Ini tentu lebih bijaksana, membahagiakan, dan lebih sehat dibandingkan hanya sekedar memuaskan nafsu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: