Rock Café Tempat Hangout Anak Gaul

14 Nov
Satu lagi tempat hangout yang sudah wassalam di Medan adalah Rock Café. Terletak di pelataran kompleks Dantob (Hotel Danau Toba Int), persisnya di sebelah kiri kalau kita melintas dari Imam Bonjol persis di hadapan parkiran.
Bagi anak nongkrong dan anak gaul di era 90-an sampai pertengahan 2000-an, Rock Café merupakan salah satu lokasi favorit. Mereka menyebutnya RC (baca Er-Si).

Suasana interior di dalamnya mirip miniatur Hard Rock Café. Setelah masuk melewati pembatas dari besi, di kiri kita jumpa bar, di kanan ada meja biliar. Sedangkan stage untuk band persis di tengah. Di sebelah barat ada ruangan untuk dipakai acara khusus seperti perayaan ulang tahun. Salah satu yang unik adalah tampilan waiter-nya yang selalu pakai topi khas, kayak helm. Warnanya putih, ada gelembung di kiri kanan.

Boleh dibilang RC satu-satunya klub yang spesifik buat anak gaul waktu itu. Bisa ditongkrongin di sore hari, malah pada akhir pekan dan hari Minggu lebih siangan. Sajian live band membuat klub ini beda dari tempat nongkrong lain yang umumnya diskotek kayak Iguana di Peringgan Plaza atau Fire di Thamrin.

Pada awal kemunculannya, di pertengahan 90-an, RC langsung menarik perhatian anak-anak muda. Tak heran jika banyak event diadakan di RC. Yang menarik dari RC karena mengakomodir potensi band-band lokal, yang terbilang masih baru di dunia entertainment Medan.  Setiap malam, band-band ini bergantian tampil. Seingat saya, dalam semalam ada dua sampai 3 sesi band yang tampil. Biasanya salah satunya adalah band dari luar terutama dari Bandung. Mula-mula band lokal yang tampil, lalu band Bandung, sudah itu band Bandung pindah main ke Tavern, giliran band lokal ke dua yang mengisi.  Masing-masing band dikontrak dalam jangka waktu tertentu.

Namanya juga band baru yang maih miskin pengalaman, kita gak bisa berharap banyak dari penampilan mereka. Aksi panggung, daya entertain dan komunikasi dengan publik masih jauh di bawah standar. Untung ada band dari Bandung, tapi itu juga tak semua band Bandung bagus, ada juga yang bali tak bali kualitasnya dengan band Medan.

Meski terkesan band yang tampil apa adanya, termasuk busana, beberapa band sebenarnya berkualitas, hanya itu tadi, kurang pengalaman sebagai entertainer.

Toh, itu tak jadi soal bagi pengunjung yang umumnya juga anak anak muda pendatang  baru di tempat-tempat  hiburan malam.

Apalagi buat yang lagi kemaruk pacaran, menjadikan RC lokasi mantap. Mojok sambil dihibur live-music dan biayanya murah amir eh amat. Saya ingat di sekitar tahun 2000 harga minuman soft drink masih berkisar Rp 8 ribu, kentang goreng kalo tak salah sekitar 8 ribu rupiah, terus nasi goreng baru Rp 10 ribu. Jadi cocok buat kantong  anak muda yang masih disubsidi orangtua. Kalau tak pakai makan, modal Rp 20 ribu sudah bisa nyantai sama cewek di RC. Di mana ada semurah itu?

Pada Malam Minggu, RC selalu ramai yang pacaran. Apalagi waktu itu MW belum sepopuler sekarang, cuma warkop Sudirman, sehingga anak gaul yang pacaran memilih mojok di RC. Yang telat datang, tak mendapat tempat, seperti biasa terpaksa berdiri atau berharap ada table yang kosong.

Jika saya rindu dengan lagu-lagu rock, baik modern maupun oldschool, saya suka mampir kemari. Apalagi pada akhir 90-an  konser musik rock sudah meredup di Medan, maka RC adalah tempat melepas candu. Lagu lagu Deep Purple, Bon Jovi, Pearl Jam, Nirvana, Metallica, Radiohead, dan sebagainya, termasuk lagu-lagu rock Indonesia, sering dimainkan oleh band-band yang dikontrak RC.

Band band Medan pun banyak yang berharap bisa mengisi di RC, kendati honor mainnya terbilang kecil sekali. Mereka butuh jam terbang. Bagi pemusik yang sudah senior dan punya buntut pula (anak) agak berat untuk mengisi di RC, apalagi harus mengisi juga di Tavern dan Copa, yang berada satu kepemilikan.

Jangan dilihat honor, yang pasti dari RC banyak band Medan menimba pengalaman, mengasah talenta. Bahkan beberapa di antara personel band dan pemusiknya berhasil mengembangkan karir ke dapur rekaman nasional, salah satunya seperti The Gaspa, yang personelnya lama menimba pengalaman sebagai home band di RC.

Bagi event organizer anak muda, RC juga salah satu venue yang sering dipakai untuk bikin acara. Setelah Dynasty terkubur bumi alias tutup selamanya, RC boleh dianggap pengganti untuk bikin acara-acara bergaya student party, pertunjukan band, cheers, dance dan sebagainya. Biasanya bagi hasil dengan manajemen RC lewat penjualan tanda masuk.

Jamaknya tempat hiburan malam, RC yang didominasi anak gaul juga diramaikan kehadiran penjaja cinta. Bedanya dengan di Tavern dan Dangdut Internasional, penjaja cinta di RC muda-muda dan sebagian terkesan amatiran. Tapi kehadiran mereka tidak mencolok karena berbaur dengan kebanyakan pengunjung belia lain. Tidak pula reseh, setidaknya berdasarkan pengalaman masuk RC selama ini. Demikian juga kericuhan nyaris tak ada. Pengunjung yang minum bir bisa dihitung jari. Konon pula minuman keras berkelas seperti Martell VSOP, wah nyaris tak ada. Tubang (pria paruh baya) jarang masuk kemari..  Kalaupun ada, mungkin tamu hotel yang ingin tahu RC seperti apa, karena pria dewasa biasanya lebih cocok ke Tavern dan DI. Selain itu, kalau pria dewasa masuk langsung dianggap cari cewek ABG. Makanya, kalau ada tubang masuk RC langsung mencolok perhatian pengunjung lain, karena 90 persen pengunjung anak muda. Begitu tubang masuk, semua pada melirik, apalagi kalau sampai tubangnya sudah berkepala botak..hm, payah bilanglah…(Oleh: Diurnanta Qelanaputra, diurnanta@yahoo.com)

2 Tanggapan to “Rock Café Tempat Hangout Anak Gaul”

  1. Imel Februari 6, 2012 pada 10:03 pm #

    Ia RC mmg enak buat nongkrong smbil dgeri musik,apalagi kita bs request sesuai dgn perasaan hati yg kt alami pd saat itu.
    Dulu aq bs dblg sering ksana wktu jaman aq skolah dlu kira” thn 2003-2005,smpai” aq juga prnh punya kekasih anak band RC,nm band nya Argawana mkny aq sering kesana.
    Tp apa 2012 ini RC msh Buka?

    • - Februari 29, 2012 pada 4:34 pm #

      dah tutup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: